Galis, Bangkalan — Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan menyelenggarakan Sidang Ujian Proposal Skripsi pada Ahad, 18 Januari 2026, sebagai bagian dari tahapan akademik yang wajib ditempuh mahasiswa sebelum memasuki penelitian skripsi. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 46 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Ketua Panitia Pelaksana, Subaidi, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian proposal skripsi merupakan bagian integral dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian. Menurutnya, penyusunan dan pengujian proposal skripsi menjadi tahapan awal yang harus diselesaikan mahasiswa sebagai syarat akademik kelulusan.
“Ujian proposal ini menjadi tahapan awal bagi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian secara sistematis dan bertanggung jawab. Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar serta menghasilkan keputusan akademik yang menjadi dasar bagi mahasiswa untuk melanjutkan proses penelitian skripsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Subaidi.

Sementara itu, Rektor Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa ujian proposal skripsi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi akademik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan daya kritis mahasiswa. Ia berharap setiap proposal yang diajukan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pendidikan dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui ujian proposal skripsi ini, kami mendorong mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya valid secara metodologis, tetapi juga relevan secara sosial dan aplikatif,” ungkapnya. Pelaksanaan ujian proposal skripsi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya karya ilmiah yang berkualitas serta memperkuat komitmen Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
