Batu — Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan (INSTIBA) menggelar Rapat Kerja dengan tema Implementasi Berbasis Kinerja dalam Rangka Penguatan Tata Kelola dan Mutu Institusi pada 25–26 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Istana Villa, Kota Batu, sebagai forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan institusi secara terukur dan berkelanjutan.
Rektor INSTIBA, Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa rapat kerja tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan. Menurutnya, pendekatan implementasi berbasis kinerja menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan institusi berjalan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

“Rapat kerja ini tidak sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan institusi dengan prinsip kinerja yang terukur, sehingga pengelolaan kelembagaan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Muksin.
Senada dengan itu, Ketua Senat Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Gus Ibrohim Muchlis, S.Th.I., M.Ag., menekankan pentingnya penyesuaian langkah dan kebijakan agar tetap relevan dengan kebutuhan aktual. Ia menilai bahwa akuntabilitas dan relevansi kebijakan menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi institusi.
“Ia menegaskan pentingnya penyesuaian kebijakan agar setiap langkah yang diambil tetap akuntabel dan solutif terhadap berbagai tantangan” ungkapnya.
Melalui rapat kerja ini, INSTIBA diharapkan mampu memperkuat sinergi internal serta menghasilkan rumusan kebijakan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola serta mutu institusi secara menyeluruh.
