Bangkalan — Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Galis Bangkalan menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-XV yang dirangkaikan dengan Dies Maulidiyah ke-XVIII Tahun Akademik 2024–2025, pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Gedung Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini diikuti oleh para wisudawan dari berbagai program studi serta dihadiri oleh unsur pimpinan perguruan tinggi, tamu undangan, dan pemangku kepentingan daerah.
Momentum akademik tersebut menghadirkan Prof. Dr. H. Achmad Muhibbin Zuhri, M.Ag, Guru Besar Bidang Teologi Islam Kontemporer UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Sekretaris LPPD Provinsi Jawa Timur, sebagai pengisi Orasi Ilmiah. Dalam orasinya, Prof. Muhibbin menyoroti tantangan dan proyeksi Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital, yang menurutnya menuntut perubahan pendekatan pedagogis tanpa meninggalkan substansi nilai keislaman.

Ia menegaskan bahwa era digital membuka peluang besar bagi pengembangan PAI, namun sekaligus menghadirkan tantangan serius, terutama dalam menjaga otoritas keilmuan, etika beragama, serta keteladanan moral di tengah arus informasi yang masif. Menurutnya, pendidikan agama Islam ke depan tidak cukup hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga harus mampu membentuk nalar kritis dan kesadaran etik peserta didik agar tidak terjebak pada praktik keberagamaan yang dangkal dan instan.
Selain orasi ilmiah, acara ini juga diisi dengan Pembinaan Kelembagaan oleh Sekretaris Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola perguruan tinggi keagamaan Islam swasta, khususnya dalam menjaga mutu akademik, akuntabilitas kelembagaan, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Ia menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan titik awal kontribusi alumni di ruang sosial yang lebih luas. Oleh karena itu, Kopertais mendorong agar perguruan tinggi, termasuk INSTIBA, terus memperkuat budaya mutu, kolaborasi, serta inovasi akademik berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangkalan, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di wilayah Bangkalan.
Sementara itu, Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I, selaku Rektor Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, dalam sambutannya berpesan agar para wisudawan senantiasa menjaga nama baik almamater dalam setiap peran dan profesi yang dijalani. Ia menegaskan bahwa identitas alumni tidak hanya melekat pada ijazah, tetapi juga tercermin dalam sikap, etika, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan semangat kebersamaan dan kebanggaan institusional yang selama ini tumbuh di lingkungan kampus, sebagaimana tercermin dalam syair-syair yang kerap dinyanyikan civitas akademika, yang mengandung harapan agar INSTIBA terus berkembang dan berjaya di tingkat regional maupun nasional.

Melalui penyelenggaraan wisuda dan dies maulidiyah ini, INSTIBA Galis Bangkalan menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta kesiapan lulusan menghadapi dinamika sosial dan tantangan global di era digital.
