INSTIBA Bangkalan Sosialisasikan KKN 2026 Berbasis Ekopedagogi Kemaritiman

Bangkalan – Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Galis Bangkalan menggelar Sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Buya Muchlis Bahri Lantai 2 tersebut menjadi tahapan awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat melalui program pengabdian yang mengusung tema “Ekopedagogi Kemaritiman: Penguatan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Menuju Indonesia Emas.”

Sosialisasi diikuti oleh mahasiswa peserta KKN dari berbagai program studi di lingkungan Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme pelaksanaan KKN, mulai dari pembekalan, pemberangkatan, pelaksanaan di lokasi pengabdian, hingga penyusunan laporan akhir.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Moh. Amiril Mukminin, M.Th.I., menegaskan bahwa sosialisasi merupakan fondasi penting dalam rangkaian pelaksanaan KKN.

“Sosialisasi ini merupakan pintu awal untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu pembekalan, pemberangkatan, pelaksanaan, hingga seluruh rangkaian Kuliah Kerja Nyata dapat diselesaikan dengan baik. Sebagai insan akademik, kita harus menyadari bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Moh. Amiril Mukminin, M.Th.I.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN 2026, Abdul Mukit, M.Ag., menjelaskan bahwa hakikat pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kontribusi nyata yang mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan.

“Esensi pengabdian adalah menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan, kepedulian, dan tindakan nyata. Oleh karena itu, KKN harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, mengidentifikasi berbagai potensi dan permasalahan yang ada, kemudian menghadirkan solusi secara kolaboratif. KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun hubungan kemitraan yang saling menguatkan antara perguruan tinggi dan masyarakat demi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Abu Siri, S.Pd.I., M.A.P., menyampaikan bahwa KKN merupakan media strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Kuliah Kerja Nyata merupakan wadah kolaborasi antara institusi, mahasiswa, dan pemerintah desa sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa sebagai calon sarjana yang memiliki tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

KKN Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan Tahun 2026 melibatkan mahasiswa dari dua fakultas. Fakultas Tarbiyah terdiri atas Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sementara itu, Fakultas Syariah diwakili oleh Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah).

Melalui pelaksanaan KKN tahun ini, Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan kompetensi akademiknya di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat kolaborasi dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, sebagai kontribusi nyata menuju terwujudnya Indonesia Emas.