Surabaya — Prestasi membanggakan diraih Institut Bahri Asyiq (INSTiBA) Galis Bangkalan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Sebanyak enam jurnal ilmiah berhasil meraih penghargaan dalam ajang Arjunu Award 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 9 Tower Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Jemursari, Selasa (10/2/2026).
Keenam jurnal tersebut meliputi Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam, Wawasan Belajar Anak Usia Dini, GAHWA: Pendidikan Agama Islam, Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, BAHRI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, serta QANUN: Jurnal Hukum Islam dan Tata Negara. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen INSTiBA dalam mengembangkan tradisi akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah.
Acara yang mengusung tema “Sinergi PTNU melalui Peran LPPM dan Pengelola Jurnal” tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I INSTiBA, Abu Siri, yang mewakili pimpinan institusi. Turut hadir pula Ketua LP2M INSTiBA, Moh. Amiril M, M.Th.I., bersama Sekretaris LP2M, Abd. Mukit, yang mewakili seluruh Editor in Chief dari enam jurnal di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Pembina Arjunu, Ali Formen, M.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa proses pendirian dan pengelolaan jurnal ilmiah merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan serta konsistensi. Ia menjelaskan bahwa banyak jurnal lahir dari proses sederhana, seperti diskusi tentang visibilitas, penugasan review naskah, hingga pembelajaran kolektif yang terus berkembang.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan dan kolaborasi sebagai kunci utama dalam menjaga eksistensi jurnal, baik yang telah mapan maupun yang masih dalam tahap perintisan. “Kunci pengelolaan jurnal ada pada kolaborasi. Kita memiliki modal yang kuat, tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai komunitas yang dibangun atas dasar kepercayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LP2M INSTiBA, Moh. Amiril M, M.Th.I., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim pengelola jurnal di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah serta memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk pengakuan atas kerja keras tim, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan jurnal. Kami berkomitmen memperkuat budaya akademik melalui publikasi yang berkualitas dan kolaboratif,” ungkapnya.
Dengan raihan ini, INSTiBA diharapkan mampu semakin berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam lingkup Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), serta memperkuat peran strategis jurnal ilmiah sebagai media diseminasi keilmuan.
