Bangkalan, 11-13 Agustus 2026 — Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan (INSTIBA) terus memperkuat tata kelola akademik dan pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan Asistensi Teknis Finalisasi Dokumen Lektor Kepala (LK), Bedah Administrasi SISTER, dan Pemberkasan Paralel yang dilaksanakan pada 11–13 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis INSTIBA dalam meningkatkan kesiapan administrasi dan rekam jejak akademik dosen, khususnya dalam proses pengembangan jabatan fungsional. Asistensi dilakukan secara intensif dengan fokus pada validasi dan kesiapan KUM SISTER poin 1–8, penyelarasan metadata dan visibilitas publikasi melalui Google Scholar dan Open Journal System (OJS), penataan tautan dokumen melalui Google Drive, serta kesiapan bundel berkas senat atau Monday Readiness.
Dalam kegiatan tersebut, proses pendampingan melibatkan M. Rafli Faishal W., M.Pd., Mas’odi, M.Pd., Dr. Rani Darmayanti, M.Pd., Eka Desy Wahyuningsih, S.A.P., dan Feri Weldani, M.Pd. Kelima pendamping tersebut memberikan asistensi teknis dalam proses penataan, pemeriksaan, dan finalisasi berbagai dokumen akademik yang menjadi bagian dari persiapan pengembangan jabatan fungsional dosen.
Asistensi teknis ini memiliki arti penting karena proses pengusulan jabatan akademik tidak hanya membutuhkan pemenuhan angka kredit, tetapi juga menuntut validitas data, kelengkapan dokumen, keterlacakan publikasi, serta kesesuaian antara rekam jejak akademik dengan data yang tercatat dalam sistem administrasi pendidikan tinggi.

Rektor Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan menempatkan penguatan jabatan fungsional dosen sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu institusi. Pengembangan karier akademik dosen diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diperkuat oleh peran Wakil Rektor I dalam mengoordinasikan penguatan bidang akademik. Sinkronisasi data, pembenahan administrasi akademik, serta pendampingan terhadap dosen menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem pengembangan karier akademik yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INSTIBA memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan produktivitas akademik dosen, terutama dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Penguatan fungsi LPPM diharapkan dapat menghasilkan luaran akademik yang terdokumentasi dengan baik dan sekaligus mendukung pemenuhan persyaratan pengembangan jabatan fungsional dosen.
Melalui kegiatan ini, INSTIBA menetapkan target pengembangan sumber daya akademik berupa dua dosen mencapai jabatan Associate Professor dan satu dosen mencapai jabatan Lektor. Target tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas akademik institusi.
Pencapaian target tersebut tentunya membutuhkan proses yang terencana. Karena itu, pendampingan dilakukan secara paralel dengan memastikan setiap dokumen memiliki validitas dan keterhubungan data yang baik. Strategi ini diharapkan dapat meminimalkan potensi kesalahan administratif serta meningkatkan kesiapan dosen dalam menghadapi tahapan pengusulan jabatan akademik.
Bagi INSTIBA, pengembangan jabatan fungsional dosen merupakan bagian dari proses membangun budaya akademik yang produktif. Dosen tidak hanya didorong untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi akademiknya bagi perkembangan institusi dan masyarakat.
Sinergi antara Rektorat, Wakil Rektor I, LPPM, dosen, dan tim pendamping menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengembangan karier dosen yang lebih terstruktur sekaligus memperkuat tata kelola akademik INSTIBA.
Dengan terlaksananya asistensi teknis selama tiga hari, INSTIBA menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola akademik. Target dua Associate Professor dan satu Lektor menjadi bagian dari langkah berkelanjutan menuju penguatan kapasitas akademik dan peningkatan mutu perguruan tinggi.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi membutuhkan konsistensi antara pengembangan sumber daya manusia, produktivitas akademik, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta administrasi pendidikan tinggi yang tertib, valid, dan akuntabel.
