Instiba Komitmen Fasilitasi Akses Pendidikan Tinggi Santri Madura Lewat Beasiswa LPPD Jatim

Surabaya, 10 Juni 2026 – Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, atau Instiba, menegaskan komitmennya untuk membuka seluas-luasnya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Madura. Komitmen itu ditunjukkan melalui kehadiran Rektor Instiba Muksin, M.Pd.I dalam peluncuran program Beasiswa LPPD Pemprov Jawa Timur yang digelar di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Rabu (10/6/2026).

Acara yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB ini dihadiri langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua LPPD, serta 63 pimpinan perguruan tinggi mitra se-Jawa Timur. Peluncuran Beasiswa LPPD menjadi langkah strategis Pemprov Jatim untuk mencetak SDM unggul, berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan pembangunan ke depan.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa investasi pendidikan adalah fondasi utama membangun daerah. “Pembangunan SDM jadi prioritas. Melalui beasiswa ini, kami ingin memastikan anak-anak Jatim, khususnya santri, punya kesempatan yang sama untuk kuliah dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Bagi Instiba, program ini selaras dengan visi kampus untuk menjadi jembatan pendidikan bagi masyarakat Madura. Rektor Muksin, M.Pd.I menyatakan kesiapan kampus mengawal dan memfasilitasi para santri agar bisa memanfaatkan beasiswa ini sebaik-baiknya.

“Instiba berkomitmen menjadi rumah kedua bagi santri Madura yang ingin melanjutkan studi. Kami siap mendampingi, memberi ruang belajar, dan membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter, berintegritas, dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” ujar Muksin.

Program Beasiswa LPPD sendiri sudah berjalan sejak 2006 dan makin masif sejak kepemimpinan Khofifah pada 2019. Beasiswa ini tidak hanya meningkatkan mutu akademik, tapi juga menjadi strategi diversifikasi pendidikan tinggi di Jatim. Lewat sinergi pemerintah, kampus, dan pesantren, diharapkan lahir lebih banyak generasi muda Madura yang kompeten dan siap bersaing di level nasional hingga global.

Kehadiran 63 pimpinan perguruan tinggi dalam launching ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi. Instiba percaya, dengan dukungan penuh dari Pemprov Jatim dan LPPD, mimpi santri Madura untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya akan semakin nyata. Langkah ini sekaligus memperkuat peran Instiba sebagai kampus yang lahir dari Madura, untuk Madura, dan siap memajukan Madura.