Kemenag Lakukan Asesmen Lapangan, Institut Bahri Asyiq Komitmen Hadirkan Pascasarjana PAI Unggul di Madura

BANGKALANAlhamdulillah, pelaksanaan Asesmen Lapangan Pembukaan Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan telah berlangsung dengan lancar. Kegiatan krusial ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan titik kumpul panitia bertempat di Aula Buya Muchlis, Jalan Raya Galis No. 03 Galis, Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa tanggal 26 Mei 2026.

Asesmen lapangan ini merupakan tahapan evaluasi akademik yang dilakukan langsung oleh Tim Subdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam ikhtiar pengembangan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam, sekaligus komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan pascasarjana yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.

Rektor Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I., menyampaikan optimisme dan visi besarnya terkait rencana pembukaan program magister ini.

“Kami berharap Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam ini nantinya dapat menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam yang inovatif, melahirkan akademisi dan praktisi pendidikan yang berkualitas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Madura,” ungkapnya.

Kehadiran perwakilan kementerian turut memberikan penguatan pada kegiatan ini. Tenaga Ahli Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Muhammad Ainul Yakin, S.Sy., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan pesan khusus terkait kiprah kampus ke depannya.

“Kami sangat mendukung langkah ini dan berharap Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan terus bisa memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan Islam di Madura,” tutur Dr. Muhammad Ainul Yakin.

Dalam proses penilaian secara virtual tersebut, tim asesor melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kesiapan institusi. Asesor I selaku Evaluator Kementerian Agama, Dr. Rian Vebrianto, M.Ed., menjelaskan detail komponen yang menjadi fokus evaluasi.

“Kami melakukan verifikasi terhadap dokumen dan kesiapan institusi, mulai dari kurikulum, kualitas sumber daya dosen, sarana prasarana, tata kelola, hingga arah pengembangan program studi ke depan. Semua unsur tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian,” tegas Dr. Rian Vebrianto.

Senada dengan hal tersebut, Asesor II (Evaluator Kementerian Agama), Dr. Abd. Syakur, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas keseriusan dan semangat pengembangan akademik yang ditunjukkan oleh pihak kampus dalam upaya pembukaan prodi S2 ini.

“Komitmen lembaga dalam mempersiapkan program studi ini terlihat dari kesiapan administrasi, dukungan kelembagaan, serta visi pengembangan akademik yang dimiliki. Tentu seluruh proses tetap akan melalui tahapan penilaian sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelas Dr. Abd. Syakur.

Sebagai rangkaian penutup sekaligus pengarahan, Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis)  Kemenag RI Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.I. turut memberikan pesan penegasan terkait urgensi pembukaan program studi magister ini bagi pengembangan kelembagaan.

“Dengan adanya pascasarjana PAI ini, kami berharap perguruan tinggi dapat terus berkembang melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal. Langkah ini juga diharapkan dapat memajukan Instiba secara kelembagaan dan memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Madura,” pungkasnya. Di akhir acara, seluruh jajaran sivitas akademika Institut Bahri Asyiq menaruh harapan besar pada hasil asesmen ini. Semoga proses ini membawa keberkahan serta menjadi awal yang baik bagi lahirnya Program Studi S2 PAI yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam dan masyarakat secara luas.