Presentasi Laporan KKN SISDAMAS 2026 INSTIBA Angkat Ekopedagogi Kemaritiman dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

BANGKALAN — Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Galis Bangkalan menggelar Presentasi Laporan Kuliah Kerja Nyata Sistem Pemberdayaan Masyarakat (KKN SISDAMAS) 2026 pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Buya Muchlis Bahri Lantai 2.

Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Ekopedagogi Kemaritiman: Penguatan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menegaskan pentingnya keterkaitan antara pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan potensi lingkungan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.

Presentasi laporan menjadi bagian dari rangkaian evaluasi akademik terhadap pelaksanaan KKN SISDAMAS yang telah dilakukan oleh mahasiswa di sejumlah wilayah. Melalui forum tersebut, setiap kelompok peserta memaparkan berbagai program, proses pelaksanaan, hasil kegiatan, serta bentuk kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat di lokasi KKN.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga panelis, yakni Dr. Mo’tasim, M.Pd.I., Yuliana Alfiyatin, M.Pd., dan Muksin, S.Sos.I., M.Pd.I. Para panelis melakukan penilaian terhadap presentasi kelompok sekaligus memberikan sejumlah masukan berkaitan dengan substansi program, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, serta relevansi kegiatan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Dalam perspektif akademik, pelaksanaan KKN tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi juga sebagai proses pembelajaran kontekstual yang menuntut mahasiswa mampu mengidentifikasi persoalan, menggali potensi lokal, serta menyusun solusi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Dr. Mo’tasim, M.Pd.I., dalam konteks kegiatan tersebut menekankan bahwa program KKN idealnya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan selama mahasiswa berada di lokasi. Pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat agar berbagai program yang telah dibangun dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan ekopedagogi kemaritiman juga memiliki relevansi penting karena pendidikan perlu dikembangkan berdasarkan karakteristik lingkungan dan potensi masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Abdul Mukit, M.Ag., menyampaikan bahwa presentasi laporan merupakan tahapan penting untuk mengevaluasi keseluruhan proses KKN SISDAMAS 2026. Evaluasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan KKN tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Abdul Mukit, laporan dan presentasi mahasiswa juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan peserta dalam mempertanggungjawabkan program yang telah dilaksanakan secara akademik. Selain itu, hasil evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan dalam pengembangan kegiatan pengabdian masyarakat pada masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menetapkan kelompok terbaik berdasarkan hasil penilaian terhadap sejumlah kelompok peserta KKN SISDAMAS 2026.

Kelompok III yang melaksanakan KKN di Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, ditetapkan sebagai kelompok terbaik. Kelompok tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Luluk Alfiya, M.Psi., Psikolog.

Penetapan kelompok terbaik menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap capaian peserta dalam menjalankan program pengabdian sekaligus menyampaikan hasil kegiatan melalui forum akademik. Penilaian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan presentasi, tetapi juga mencerminkan proses pelaksanaan program dan pertanggungjawaban kelompok terhadap kegiatan yang telah dilakukan di masyarakat.

Kegiatan Presentasi Laporan KKN SISDAMAS 2026 INSTIBA Galis Bangkalan pada akhirnya menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi terhadap pelaksanaan pengabdian mahasiswa. Melalui pendekatan ekopedagogi kemaritiman, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa pendidikan dan pemberdayaan masyarakat memiliki hubungan erat dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan setempat. Tema yang diusung dalam KKN SISDAMAS 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong model pengabdian yang lebih kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan keterlibatan mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat, program pengabdian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas.