Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan menyelenggarakan kegiatan Yudisium pada Senin, 15 Desember, bertempat di Aula Buya Muchlis Bahri. Kegiatan ini menjadi momentum akademik penting sebagai penanda berakhirnya proses studi mahasiswa dan awal pengabdian mereka di tengah masyarakat.
Yudisium diikuti oleh para calon lulusan dari berbagai program studi yang telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akademik. Acara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh nuansa reflektif, mencerminkan keseriusan institusi dalam menjaga mutu lulusan.
Dalam sambutannya, Moh. Jamaluddin Imron, M.Pd.I, selaku Wakil Rektor II Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak awal tanggung jawab intelektual dan moral para lulusan.

Ia menyampaikan bahwa lulusan Institut Bahri Asyiq Galis diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kepekaan sosial. Menurutnya, tantangan dunia kerja dan masyarakat saat ini menuntut lulusan yang adaptif, berdaya saing, serta mampu membawa nilai-nilai keilmuan dan keislaman dalam praktik nyata.
“Yudisium ini adalah pintu gerbang menuju pengabdian yang lebih luas. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi perjuangan para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di tengah berbagai dinamika dan tantangan. Ia berharap para lulusan mampu menjadi duta almamater yang menjaga nama baik institusi di mana pun berada.

Kegiatan yudisium ditutup dengan doa bersama dan peneguhan komitmen lulusan untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. Dengan terselenggaranya yudisium ini, Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keilmuan serta keislaman.
